Profil Desa
Visi
TERWUJUDNYA PENGELOLAAN PEMERINTAHAN DESA YANG BAIK, JUJUR, BERSIH DEMI TERCAPAINYA MASYARAKAT DESA YANG SEJAHTERA, ADIL, AMAN DAN BERINTEGRITAS
Misi
1.MENINGKATKAN KINERJA APARATUR DESA
2.MENYELENGGARAKAN PEMERINTAHAN DESA YANG TRANSPARAN
3.MENINGKATKAN PEREKONOMIAN MASYARAKAT MELALUI PENDAMPINGAN KEPADA PETANI DAN PARA PELAKU USAHA KECIL MENENGAH
Sejarah
Pada tahun 1899, wilayah yang kini menjadi Desa Karondoran mulai dihuni lebih dari 30 keluarga yang bertani dan menetap di sana. Para pendatang mengangkat Wellem Botu sebagai tonaas wilayah pertanian baru ini. Karena jumlah penduduk yang semakin banyak, tonaas bersama para tua-tua mengadakan musyawarah untuk membentuk kampung yang berdiri sendiri, sekaligus menentukan nama desa. Beberapa usulan muncul—Pinaesaan, Kaulitan, Rumerendai, dan Rondor (yang berarti lurus hati)—hingga akhirnya diputuskan nama Karondoran. Nama desa ini kemudian diusulkan kepada pemerintah dan disetujui. Desa Karondoran resmi berdiri pada 29 Desember 1899, diresmikan oleh Residen Manado L. Jelesma bersama para pejabat setempat. Hukum Tua pertama yang memimpin adalah Daniel W. Botu, putra dari tonaas Wellem Botu.